Senin, 28 Agustus 2017

Macam-macam Risiko dalam Berbisnis

MAKALAH   SYARIAH
RISIKO DALAM BISNIS


Di Susun Oleh
Efri Yanti Hasibuan ( 1401280019 )




Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Fakultas Agama Islam
Bisnis & Manajemen Syariah
T.A. 2017


KATA PENGANTAR
الرَّحِيمِ الرَّحْمنِ اللهِ بِسْمِ


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

            Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata’alla, karena berkat rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Risiko dalam Bisnis. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Manajemen risiko syariah.
            Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi banyak kalangan dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.






Medan, 26 februari 2017

                                                                                                EFRI YANTI HASIBUAN



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................................  i
DAFTAR ISI .................................................................................................................    ii
BAB I : PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG ........................................................................................  1
B.     RUMUSAN MASALAH ..................................................................................    1
BAB II : PEMBAHASAN
A.    MOTIVASI MENGAMBIL RISIKO................................................................. 2
B.     JENIS-JENIS RISIKO DALAM BISNIS ..........................................................  2
C.     BENTUK-BENTUK KERUGIAN AKIBAT ADANYA RISIKO................... 4
BAB III : PENUTUP
A.    SIMPULAN .........................................................................................................  5
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................  6











BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG

Dalam dunia bisnis, kita mengenal beberapa definisi risiko. Namun, secara umum, konsep risiko selalu dikaitkan dengan adanya suatu ketidakpastian pada masa yang akan datang. Secara spesifik, risiko didefinisikan sebagai adanya konsekuensi, sebagai dampak adanya ketidakpastian, yang memunculkan dampak yang merugikan tidak dianggap sebagai risiko. Konsekuensi yang memunculkan dampak yang menguntungkan tidak dianggap sebagai keuntungan yag diharapkan.
Risiko seperti di atas akan selalu ada dalam kehidupan usaha sehari-hari kita. Intensitas risiko tersebut akan semakin meningkat manakala kita melakukan kegiatan bisnis. Adalah jamak jika ingin mendapatkan hasil/keuntungan yang besar, maka kita harus berhadapan dengan risiko yang besar juga (high risk, high return). Oleh karenanya, dalam proses yang dilewati seorang wirausaha tidak dapat dilepaskan dengan bagaimana seorang wirausaha melakukan pengambilan risiko untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.



B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana kita mengelola risiko dalam bisnis ?



BAB II
PEMBAHASAN


A.    MOTIVASI MENGAMBIL RISIKO

Terdapat beberapa alasan seseorang mengapa seseorang mengambil risiko. Seseorang mengambil risiko bisa jadi didasari oleh keinginan untuk mendapatkan tingkat pengambilan/keuntungan yang sepadan dengan pengorbanan yang telah dia keluarkan. Ketika seseorang melakukan kegiatan yang berisiko karena menginginkan keuntungan, biasanya dia mampu mengkalkulasikan besarnya risiko.
Atas dasar kalkulasi tersebut, dia akan menetapkan target keuntungan yang dikehendaki. Contohnya, seseorang memiliki uang yang akan diinvestasikan. Dia dapat memilih menabung dibank yang hanya memberikan bunga sebesar 5% yang pasti akan dia dapatkan setiap bulannya atau menginvestasikan dalam bemtuk bisnis kuliner dengan potensi keuntungan 300%. Namun, dengan potensi keuntungan yang besar itu, dia juga memiliki risiko ketidakpastian, yaitu risiko hasil keuntungan.
Alasan lain seseorang mengambil risiko adalah karena faktor tergesa-gesa. Seseorang terpaksa mengambil risiko karena kondisi yang menyertainya. Karena tergesa-gesa, seseorang biasanya tidak terlalu menghiraukan risiko-risiko yang dihadapi. Jika seseorang memahami risiko yang dihadapkan biasanya dia tidak punya cukup waktu untuk mengkalkulasikan besarnya risiko-risiko tersebut.


B.     JENIS-JENIS RISIKO DALAM BISNIS
Sebagai seorang pemula, mahasiswa yang akan berbisnis perlu mengenal beberapa risiko yang sering dijumpai dalam bisnis, khususnya star-up bussines, yaitu:
1.      Risiko Murni
Risiko murni adalah risiko yang muncul sebagai akibat dari sebuah situasi atau keputusan yang konsekuensinya adalah kerugian. Beberapa bentuk risiko murni yang sering muncul diantaranya adalah:

a.       Risiko hilang/rusaknya asset yang dimiliki yang diakibatkan kebakaran, pencurian, penggelapan, dan sebagainya.
b.      Kecelakaan  kerja pada proses produksi.
c.        Risiko akibat tuntutan hukum pihak lain, misalnya keracunan dari makanan yang anda jual, tuntutan konsumen akibat kelalaian kita, dan sebagainya.
d.      Risiko operasional lainnya.
e.       Bencana alam (force majeure) seperti banjir, gempa, angin topan, dan sebagainya

2.      Risiko spekulatif
Risiko spekulatif adalah risiko yang muncul akibat situasi atau keputusan yang konsekuensinya bisa berupa keuntungan ataupun kerugian. Contoh risiko spekulatif diantaranya adalah:

a.       Risiko perubahan harga
Harga pasar suatu produk, jasa, atau komoditi dapat berubah-ubah. Ini dapat naik maupun turun. Terkait dengan perubahan harga input, jika harga input naik, maka perusahaan akan mengalami keuntungan Karena naiknya marjin keuntungan. Sebaliknya, jika harga input turun, maka perusahaan dapat mengalami keuntungan, yaitu berupa kenaikan marjin keuntungan. Terkait dengan harga output, jika harga output naik, maka perusahaan akan mengalami keuntungan karena naiknya marjin keuntungan. Sementara, jika harga output turun, maka perusahaan akan mengalami kerugian, yaitu berupa penurunan marjin keuntungan.

b.      Risiko kredit
Risiko kredit adalah risiko yang muncul dari transaksi kredit, seperti utang dagang. Jika pihak yang kita berikan kredit mengalami gagal bayar, maka kita akan mengalami kerugian.


C.     BENTUK-BENTUK KERUGIAN AKIBAT ADANYA RISIKO

Setidaknya, terdapat dua jenis kerugian yang diakibatkan oleh risiko, yaitu:
a.       Kerugian langsung
Yaitu jumlah nominal yang harus ditanggung akibat dampak langsung dari risiko yang dapat terjadi. Misalnya, terjadi korsleting listrik pada took yang digunakan untuk usaha sehingga terjadi kebakaran. Dari risiko kebakaran tersebut, teridentifikasi jumlah kerugian langsung.
b.      Kerugian tidak langsung
Nominal yang harus ditanggung akibat dampak tidak langsung risiko yang terjadi.



BAB III
PENUTUP

A.    Sinpulan
Dalam kondisi yang penuh ketidak pastian dan ketatnya persaingan usaha, anda tidak mungkin menghindari risiko. Salah satu cara yang efektif dan efisien dalam menghadapi risiko adalah dengan mengenali jenis-jenis risiko itu sendiri.
1.      Di dalam berbisnis kita harus memperhatikan faktor-faktor yang menyebabkan munculnya risiko usaha.
2.      Seorang pebisnis perlu mengidentifikasi risiko agar meminimalkan dampak yang terjadi nantinya misalnya metode analisa dari pengalaman dan survey.



DAFTAR PUSTAKA


Modul kewirausahaan untuk strata 1, pengambilan risiko, Jakarta, 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar