MAKALAH
SYARIAH
RISIKO
DALAM BISNIS

Di
Susun Oleh
Efri
Yanti Hasibuan ( 1401280019 )
Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara
Fakultas
Agama Islam
Bisnis
& Manajemen Syariah
T.A.
2017
KATA PENGANTAR
الرَّحِيمِ الرَّحْمنِ اللهِ بِسْمِ
Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh..
Puji
syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata’alla, karena berkat
rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Risiko dalam Bisnis. Makalah
ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Manajemen risiko syariah.
Kami mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat
pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik
dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya makalah
ini. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi banyak kalangan dan
bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi
kita semua.
Medan,
26 februari 2017
EFRI
YANTI HASIBUAN
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR .................................................................................................. i
DAFTAR
ISI ................................................................................................................. ii
BAB I :
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG ........................................................................................ 1
B. RUMUSAN
MASALAH .................................................................................. 1
BAB II : PEMBAHASAN
A.
MOTIVASI MENGAMBIL RISIKO.................................................................
2
B. JENIS-JENIS
RISIKO DALAM BISNIS .......................................................... 2
C. BENTUK-BENTUK
KERUGIAN AKIBAT ADANYA RISIKO...................
4
BAB III :
PENUTUP
A. SIMPULAN ......................................................................................................... 5
DAFTAR PUSTAKA
.................................................................................................... 6
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Dalam dunia bisnis, kita mengenal beberapa definisi
risiko. Namun, secara umum, konsep risiko selalu dikaitkan dengan adanya suatu
ketidakpastian pada masa yang akan datang. Secara spesifik, risiko
didefinisikan sebagai adanya konsekuensi, sebagai dampak adanya ketidakpastian,
yang memunculkan dampak yang merugikan tidak dianggap sebagai risiko.
Konsekuensi yang memunculkan dampak yang menguntungkan tidak dianggap sebagai
keuntungan yag diharapkan.
Risiko seperti di atas akan selalu ada dalam
kehidupan usaha sehari-hari kita. Intensitas risiko tersebut akan semakin
meningkat manakala kita melakukan kegiatan bisnis. Adalah jamak jika ingin
mendapatkan hasil/keuntungan yang besar, maka kita harus berhadapan dengan
risiko yang besar juga (high risk, high return). Oleh karenanya, dalam proses
yang dilewati seorang wirausaha tidak dapat dilepaskan dengan bagaimana seorang
wirausaha melakukan pengambilan risiko untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
B.
RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana
kita mengelola risiko dalam bisnis ?
BAB
II
PEMBAHASAN
A. MOTIVASI
MENGAMBIL RISIKO
Terdapat
beberapa alasan seseorang mengapa seseorang mengambil risiko. Seseorang
mengambil risiko bisa jadi didasari oleh keinginan untuk mendapatkan tingkat
pengambilan/keuntungan yang sepadan dengan pengorbanan yang telah dia
keluarkan. Ketika seseorang melakukan kegiatan yang berisiko karena
menginginkan keuntungan, biasanya dia mampu mengkalkulasikan besarnya risiko.
Atas
dasar kalkulasi tersebut, dia akan menetapkan target keuntungan yang
dikehendaki. Contohnya, seseorang memiliki uang yang akan diinvestasikan. Dia
dapat memilih menabung dibank yang hanya memberikan bunga sebesar 5% yang pasti
akan dia dapatkan setiap bulannya atau menginvestasikan dalam bemtuk bisnis
kuliner dengan potensi keuntungan 300%. Namun, dengan potensi keuntungan yang
besar itu, dia juga memiliki risiko ketidakpastian, yaitu risiko hasil
keuntungan.
Alasan
lain seseorang mengambil risiko adalah karena faktor tergesa-gesa. Seseorang
terpaksa mengambil risiko karena kondisi yang menyertainya. Karena
tergesa-gesa, seseorang biasanya tidak terlalu menghiraukan risiko-risiko yang
dihadapi. Jika seseorang memahami risiko yang dihadapkan biasanya dia tidak
punya cukup waktu untuk mengkalkulasikan besarnya risiko-risiko tersebut.
B. JENIS-JENIS
RISIKO DALAM BISNIS
Sebagai seorang pemula, mahasiswa yang
akan berbisnis perlu mengenal beberapa risiko yang sering dijumpai dalam
bisnis, khususnya star-up bussines, yaitu:
1. Risiko
Murni
Risiko murni adalah
risiko yang muncul sebagai akibat dari sebuah situasi atau keputusan yang
konsekuensinya adalah kerugian. Beberapa bentuk risiko murni yang sering muncul
diantaranya adalah:
a. Risiko
hilang/rusaknya asset yang dimiliki yang diakibatkan kebakaran, pencurian,
penggelapan, dan sebagainya.
b. Kecelakaan kerja pada proses produksi.
c. Risiko akibat tuntutan hukum pihak lain,
misalnya keracunan dari makanan yang anda jual, tuntutan konsumen akibat
kelalaian kita, dan sebagainya.
d. Risiko
operasional lainnya.
e. Bencana
alam (force majeure) seperti banjir, gempa, angin topan, dan sebagainya
2. Risiko
spekulatif
Risiko spekulatif
adalah risiko yang muncul akibat situasi atau keputusan yang konsekuensinya
bisa berupa keuntungan ataupun kerugian. Contoh risiko spekulatif diantaranya
adalah:
a. Risiko
perubahan harga
Harga pasar suatu
produk, jasa, atau komoditi dapat berubah-ubah. Ini dapat naik maupun turun.
Terkait dengan perubahan harga input, jika harga input naik, maka perusahaan
akan mengalami keuntungan Karena naiknya marjin keuntungan. Sebaliknya, jika
harga input turun, maka perusahaan dapat mengalami keuntungan, yaitu berupa
kenaikan marjin keuntungan. Terkait dengan harga output, jika harga output
naik, maka perusahaan akan mengalami keuntungan karena naiknya marjin
keuntungan. Sementara, jika harga output turun, maka perusahaan akan mengalami
kerugian, yaitu berupa penurunan marjin keuntungan.
b. Risiko
kredit
Risiko kredit adalah
risiko yang muncul dari transaksi kredit, seperti utang dagang. Jika pihak yang
kita berikan kredit mengalami gagal bayar, maka kita akan mengalami kerugian.
C. BENTUK-BENTUK
KERUGIAN AKIBAT ADANYA RISIKO
Setidaknya, terdapat
dua jenis kerugian yang diakibatkan oleh risiko, yaitu:
a. Kerugian
langsung
Yaitu jumlah nominal
yang harus ditanggung akibat dampak langsung dari risiko yang dapat terjadi.
Misalnya, terjadi korsleting listrik pada took yang digunakan untuk usaha
sehingga terjadi kebakaran. Dari risiko kebakaran tersebut, teridentifikasi
jumlah kerugian langsung.
b. Kerugian
tidak langsung
Nominal yang harus ditanggung
akibat dampak tidak langsung risiko yang terjadi.
BAB III
PENUTUP
A. Sinpulan
Dalam kondisi yang penuh ketidak pastian dan
ketatnya persaingan usaha, anda tidak mungkin menghindari risiko. Salah satu
cara yang efektif dan efisien dalam menghadapi risiko adalah dengan mengenali
jenis-jenis risiko itu sendiri.
1. Di
dalam berbisnis kita harus memperhatikan faktor-faktor yang menyebabkan
munculnya risiko usaha.
2. Seorang
pebisnis perlu mengidentifikasi risiko agar meminimalkan dampak yang terjadi
nantinya misalnya metode analisa dari pengalaman dan survey.
DAFTAR
PUSTAKA
Modul kewirausahaan untuk strata 1,
pengambilan risiko, Jakarta, 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar